Minggu, 30 September 2012

wis

Wismilak Group

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
PT. Wismilak Inti Makmur
Jenis Publik (IDX: [1])
Didirikan 1962
Kantor pusat Bendera Indonesia Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Wismilak Group (dengan nama resmi PT. Wismilak Inti Makmur) adalah sebuah 'holding' perusahaan rokok yang berpusat di Surabaya, Indonesia.

Sejarah

Pada tahun 1962, pasangan Lie Koen Lie (Wisman Ali) dan Liem Sien Nio (Sinta Dewi Sampurno, anak ketiga dari Liem Seeng Tee) bersama dengan Oei Bian Hok (Budiono Widjajadi) mendirikan PT. Gelora Djaja. Mula-mula pabrik tersebut berdiri di lokasi di Jl. Petemon Barat Surabaya, dengan hanya 10 orang pegawai. PT. Gelora Djaja memulai kegiatan usahanya dibidang rokok dengan dikeluarkannya SKT (Sigaret Kretek Tangan) dengan merek “Galan” pada tahun tersebut. Pada tahun 1963 PT. Gelora Djaja memulai produksi rokok “Wismilak Kretek Special”.
Dengan semakin berkembangnya perusahaan, pada tahun 1966, PT. Gelora Djaja membeli lagi lahan seluar 1 hektar di Jl. Putro Agung Wetan, Surabaya. Jumlah karyawan pada waktu itu adalah 45 orang. Dengan semakin pesatnya perkembangan perusahaan, pada tahun 1976, PT. Gelora Djaja mulai menempati lokasi baru di Jl. Buntaran 9, Surabaya di lahan seluas 10 hektar, yang ditempati sampai sekarang dengan sekitar 3 ribu karyawan.
Mula-mula kemasan kretek Galan dan Wismilak dicetak di percetakan luar. Maka untuk memenuhi kebutuhan kemasan kretek, pada 27 November 1979, didirikanlah PT. Putri Jaya, yang kemudian berubah menjadi PT. Putri Gelora Djaja, pada tanggal 4 April 1981.
Pada tahun 1983 PT. Gawih Jaya didirikan untuk mendistribusikan produk Wismilak. Kata 'Gawih' kependekan dari 'Galan-Wismilak-Hidup Subur', tiga merek rokok awal dari PT. Gelora Djaja. Dengan demikian PT. Gelora Djaja tidak lagi menangani masalah distribusi tetapi diserahkan sepenuhnya dibawah bendera PT. Gawih Jaya.
Pada tahun 1985 PT. Gelora Djaja membeli mesin pembuat kretek merek Ducofle buatan Perancis (1984). Sejak saat itu mulai dirintis era sigaret kretek mesin (SKM) di PT. Gelora Djaja.
Pada tahun 1989 Lahir brand Wismilak Diplomat, SKM dengan kemasan hitam dan harga premium pertama di Indonesia.
Pada tahun 1994, didirikanlah PT. Wismilak Inti Makmur sebagai 'holding company' perusahaan dan unit bisnis Wismilak, sekaligus sebagai pabrikan filter kretek. Selanjutnya untuk lebih memfokuskan diri ke produk SKT Galan, pada tahun 1998, PT. Wismilak Inti Makmur mendirikan PT. Galan Gelora Djaja yang berlokasi di Jl. Karang Bong 999 Sidoarjo. Untuk mendukung unit produksi pusat, beberapa unit SKT di daerah seperti Jember, Bojonegoro, Petemon dan Buntaran 18 tetap diperlukan keberadaannya.
Beberapa 'brand' lahir di tahun 2000 dan selanjutnya. Misalnya 'Wismilak Slim' (2000), SKT low tar – low nikotin pertama di Indonesia. Di tahun 2000 itu pula mulai diproduksi cigars dengan brand 'Wismilak Premium Cigars' dengan varian Robusto sebagai produk awal. Pada tahun 2004, lahir brand Galan Slim dan selanjutnya, tahun 2009 lahir brand 'Wismilak Diplomat Anniversary'. (2009)
Tahun 2010, PT. Gelora Djaja masuk ke era kretek 'mild' dengan meluncurkan brand 'Galan Mild'. Pada tahun itu pula mulai diproduksi pula varian Wismilak Premium Cigars, yaitu : Corona dan Petit Corona.
Untuk mendukung PT. Gelora Djaja, beberapa gudang dibangun yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan tembakau yang berasal dari petani juga sangat dibutuhkan sebagai pendukung proses produksi. Tembakau yang digunaan PT. Gelora Djaja antara lain berasal dari Madura (Pamekasan dan Sumenep), Gresik, Bojonegoro, Lombok dan Tamanggung. Sedangkan untuk keperluan logistik yang berfungsi sebagai penyimpanan rokok siap jual terdapat di Gresik dan Jakarta.

apache





Apache-premium in Summary




APACHE PREMIUM

Rokok Apache adalah produk rokok premium yang telah di uji oleh para professional kami yang merupakan
rokok kretek terbaik di Indonesia serta berkualitas super Kretek
Cigarette Apache is product smoke premium which have test by our professional which represent best kretek cigarette in Indonesia and also super with quality Kretek.

G>G

Gudang Garam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
PT Gudang Garam Tbk.
Jenis Publik (IDX: GGRM)
Didirikan 1958
Kantor pusat Bendera Indonesia Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Tokoh penting Surya Wonowidjojo (Pendiri)
Susilo Wonowidjojo, Presiden Direktur
Produk Rokok kretek
Pendapatan Rp 22,006.97 Miliar (Q3 2007)
Laba bersih Rp 3,002.5 Miliar (Q3 2007)
Karyawan 28.300 (2009)
Situs web www.gudanggaramtbk.com
PT Gudang Garam Tbk. (IDX: GGRM) adalah sebuah perusahaan produsen rokok populer asal Indonesia. Didirikan pada 26 Juni 1958 oleh Surya Wonowidjojo, perusahaan ini merupakan peringkat kelima tertua dan terbesar di Indonesia (setelah Djarum) dalam produksi rokok kretek. Perusahaan ini memiliki kompleks tembakau sebesar 514 are di Kediri, Jawa Timur.

Sejarah

Gudang Garam didirikan pada 26 Juni 1958 oleh Tjoa Ing Hwie. Sebelum mendirikan perusahaan ini, di saat berumur sekitar dua puluh tahun, Ing Hwie mendapat tawaran bekerja dari pamannya di pabrik rokok Cap 93 yang merupakan salah satu pabrik rokok terkenal di Jawa Timur pada waktu itu. Berkat kerja keras dan kerajinannya dia mendapatkan promosi dan akhirnya menduduki posisi direktur di perusahaan tersebut.
Pada tahun 1956 Ing Hwie meninggalkan Cap 93. Dia membeli tanah di Kediri dan memulai produksi rokok sendiri, diawali dengan rokok kretek dari kelobot dengan merek Inghwie. Setelah dua tahun berjalan Ing Hwie mengganti nama perusahaannya menjadi Pabrik Rokok Tjap Gudang Garam.
PT Gudang Garam Tbk tidak mendistribusikan secara langsung melainkan melalui PT Surya Madistrindo lalu kepada pedagang eceran kemudian baru ke konsumen atau produsen.

kretekkkkkkk

Kretek

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Dji Sam Soe, contoh rokok kretek buatan Indonesia.
Rokok kretek adalah rokok yang menggunakan tembakau asli yang dikeringkan, dipadukan dengan saus cengkeh dan saat dihisap terdengar bunyi kretek-kretek. Rokok kretek berbeda dengan rokok yang menggunakan tembakau buatan. Jenis cerutu merupakan simbol rokok kretek yang luar biasa, semuanya alami tanpa ada campuran apapun, dan pembuatannya tidak bisa menggunakan mesin. Masih memanfaatkan tangan pengrajin. Ulasan tentang sejarah rokok kretek di Indonesia bermula dari kota Kudus.

Jenis

Ada Rokok Kretek non-filter dan dengan filter. Kretek yang non-filter masih terbagi dari yang tingwe (kependekan dari bahasa Jawa, ngelinting déwé yang berarti melinting sendiri, untuk diartikan sebagai lintingan tangan) tanpa saus tambahan, cerutu, klobot dan lintingan mesin dengan tambahan saus cengkeh. Sedangkan kretek dengan filter berisi semacam gabus yang berfungsi menyaring nikotin dari pembakaran tembakau dan cengkeh.

Sejarah

Cengkeh kering yang menjadi bahan pembuatan rokok kretek.
Kisah kretek bermula dari kota Kudus. Tak jelas memang asal-usul yang akurat tentang rokok kretek. Menurut kisah yang hidup dikalangan para pekerja pabrik rokok, riwayat kretek bermula dari penemuan Haji Djamari pada kurun waktu sekitar akhir abad ke-19. Awalnya, penduduk asli Kudus ini merasa sakit pada bagian dada. Ia lalu mengoleskan minyak cengkeh. Setelah itu, sakitnya pun reda. Djamari lantas bereksperimen merajang cengkeh dan mencampurnya dengan tembakau untuk dilinting menjadi rokok.[1]
Kala itu melinting rokok sudah menjadi kebiasaan kaum pria. Djamari melakukan modifikasi dengan mencampur cengkeh. Setelah rutin menghisap rokok ciptaannya, Djamari merasa sakitnya hilang. Ia mewartakan penemuan ini kepada kerabat dekatnya. Berita ini pun menyebar cepat. Permintaan "rokok obat" ini pun mengalir. Djamari melayani banyak permintaan rokok cengkeh. Lantaran ketika dihisap, cengkeh yang terbakar mengeluarkan bunyi "keretek", maka rokok temuan Djamari ini dikenal dengan "rokok kretek". Awalnya, kretek ini dibungkus klobot atau daun jagung kering. Dijual per ikat dimana setiap ikat terdiri dari 10, tanpa selubung kemasan sama sekali. Rokok kretek pun kian dikenal. Konon Djamari meninggal pada 1890. Identitas dan asal-usulnya hingga kini masih samar. Hanya temuannya itu yang terus berkembang.
Sepuluh tahun kemudian, penemuan Djamari menjadi dagangan memikat di tangan Nitisemito, perintis industri rokok di Kudus. Bisnis rokok dimulai oleh Nitisemito pada 1906 dan pada 1908 usahanya resmi terdaftar dengan merek "Tjap Bal Tiga". Bisa dikatakan langkah Nitisemito itu menjadi tonggak tumbuhnya industri rokok kretek di Indonesia.
Menurut beberapa babad legenda yang beredar di Jawa, rokok sudah dikenal sudah sejak lama. Bahkan sebelun Haji Djamari dan Nitisemito merintisnya. Tercatat dalam Kisah Roro Mendut, yang menggambarkan seorang putri dari Pati yang dijadikan istri oleh Tumenggung Wiroguno, salah seorang panglima perang kepercayaan Sultan Agung menjual rokok "klobot" (rokok kretek dengan bungkus daun jangung kering) yang disukai pembeli terutama kaum laki-laki karena rokok itu direkatkan dengan ludahnya.

marlboro

Marlboro (rokok)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Logo Marlboro
Marlboro merupakan perusahaan rokok yang diproduksi oleh Philip Morris International. Dibuat pada 1924. Merek rokok ini merupakan merek rokok terbaik di dunia. Dalam olahraga balap, perusahaan ini mensponsori Ferrari dan Ducati.
Di Formula 1, perusahaan ini mensponsori tim Ferrari sejak tahun 1997 setelah berpisah dengan tim McLaren, di MotoGP mensponsori Ducati sejak tahun 2003 setelah berpisah dengan tim Yamaha.
Di Indonesia, diproduksi oleh HM Sampoerna & Nojorono.

Varian

Marlboro Merah
  • Reds (Red)
  • Medium (Dark Red)
  • Menthol (Dark Green)
  • Menthol Lights (Light Green)
  • Menthol Ultra Lights (Light Green)
  • Lights (Gold)
  • Ultra Lights (Silver)
  • Milds (Dark Blue)
  • Flavor Plus (white with red lines): features a sliding lid pack and tobacco in the filter for extra flavor
  • No. 27 Blend (Bronze)
  • No. 29 Blend (Bronze)
  • MX4 Flavor (Medium)
  • Virginia Blend (Metallic-silver) This is known as their highest grade normal production cigarette
  • Black Menthol (Japan and Indonesian Only)
  • Ice Mint
  • Smooth
  • Menthol Smooth (Teal-Grey)
  • 72s: Red, Light, and Ultra Light
  • 72s Menthol: Green, Blue
  • Marlboro Snus: Rich, Mild, Mint, Spice: In Dallas and Indianapolis.
  • Marlboro MST(moist smokeless tobacco): Original, Long Cut and Fine Cut, Wintergreen, Long Cut and Fine Cut: In Atlanta, GA.

Insiden rokok Marlboro meledak saat dihisap

Pada tanggal 27 Maret 2012 sekitar pukul 19.07 WIB, rokok Marlboro yang dihisap oleh Rangga Sinaga di Mutiara Kedoya Jakarta Barat meledak dan menyebabkan luka yang cukup parah di bagian bibir dan tanggalnya 11 buah gigi Rangga Sinaga (7 saat terjadinya kecelakaan dan 11 selama perawatan).
Pihak Marlboro telah menunjukkan itikad baik dengan memberi uang santunan USD 5 Juta yang merupakan "uang muka" damai. Dengan demikian, masih ada kompensasi yang harus dibayarkan lagi, sementara sedikitnya Rangga harus membayar ongkos US$ 10 Juta selama dirawat di rumah sakit, biaya tersebut belum termasuk ongkos untuk ganti gigi, kontrol ke dokter dan terapi kejiwaan.
Hasil visum itu menunjukkan luka yang diderita Rangga berasal dari benda tumpul.